Minggu, 31 Mei 2026 - :
31 Mei 2026 - 11:59 | 26 Views | 1 Suka

Indramayu Viral,! Di Duga Merugikan Negara hingga Rp3 Miliar, Kasus Dugaan Korupsi Kades Tugu Dipertanyakan Warga

3 mnt baca

Kompaspopular.news | INDRAMAYU, – Publik Indramayu digemparkan oleh dugaan skandal korupsi besar yang menyeret nama Kepala Desa (Kades) Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berinisial S.

Sang kades kini menjadi sorotan tajam setelah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi dana pengadaan tanah yang diperkirakan merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Kasus ini kian memanas di media sosial setelah beredar kabar bahwa penanganan perkara tersebut mendadak “jalan di tempat” atau mandeg saat memasuki babak pemeriksaan di Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Indramayu.

Fenomena ini memicu tudingan miring dari masyarakat yang menyebut oknum kades tersebut “kebal hukum”.

Berdasarkan data valid dan bukti komplit berkode ‘A1’ yang dihimpun, dugaan praktik rasuah ini bermula dari proses pembebasan atau pengadaan tanah sawah milik warga oleh pihak PT Pertamina EP (BUMN). Kades berinisial S diduga memanfaatkan posisinya untuk melakukan penyalahgunaan wewenang demi memperkaya diri sendiri.

Nilai kerugian negara dalam skandal pembebasan lahan ini ditaksir sangat fantastis untuk tingkat pemerintahan desa, yakni berkisar antara Rp2 Miliar hingga Rp3 Miliar.Gaya Hidup Mewah dan Mobil Baru Atas Nama Istri, Kecurigaan warga kian menguat seiring dengan perubahan gaya hidup sang kades yang dinilai tidak wajar.

Di tengah bergulirnya kasus ini, Kades S diketahui membeli satu unit mobil mewah baru, Mitsubishi Xforce 1.5 tipe tertinggi, dengan harga pasaran berkisar Rp416 Juta.Menariknya, aset kendaraan mewah tersebut diduga sengaja didaftarkan atas nama sang istri.

Warga dan pelapor menduga kuat bahwa uang yang digunakan untuk memborong mobil mewah tersebut bersumber dari aliran dana hasil kongkalikong proyek pengadaan tanah Pertamina EP.Bukti Komplit A1, Mengapa Belum Tersangka? Meski laporan resmi telah dilayangkan ke Kejari Indramayu beserta lampiran bukti-bukti yang dinilai sangat valid dan komplit, hingga saat ini status Kades S belum juga dinaikkan menjadi tersangka.

Mandegnya penyidikan di meja Pidsus Kejari Indramayu memicu kekecewaan mendalam dari pihak pelapor dan masyarakat luas.

“Orang salah tetap salah! Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika terbukti melanggar hukum, oknum kades ini harus segera ditangkap, diadili, dipenjara, dan seluruh aset hasil korupsinya wajib disita oleh negara! Tidak boleh ada istilah kebal hukum di tanah Indramayu,” ujar salah satu perwakilan warga yang mengawal kasus ini.

Viral di Media Sosial, Warga Tuntut Transparansi APH, Gerakan menuntut keadilan ini kini telah meluas ke ranah digital. Isu mengenai dugaan korupsi Kades Tugu ini mulai membanjiri platform media sosial seperti TikTok, YouTube, hingga Facebook, serta menjadi perbincangan hangat di kalangan Aparat Penegak Hukum (APH) dan media massa nasional.

Warga berjanji akan terus memviralkan kasus ini hingga ada tindakan tegas dari korps adhyaksa.Masyarakat Indramayu kini mendesak Kepala Kejari Indramayu untuk segera memberikan klarifikasi transparan terkait mandegnya penanganan kasus ini di Pidsus.

Warga menuntut kepastian hukum agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Jawa Barat tidak runtuh. ( Red)

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%