
Kompaspopular.news | Pagi itu di Cileungsi, suasana berbeda terasa di kawasan Pesona Kahuripan 12. Ratusan wajah penuh harap berkumpul, menanti satu momen penting dalam hidup mereka: memiliki rumah pertama.
Bagi sebagian besar masyarakat, rumah subsidi bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol kepastian, tempat pulang, sekaligus titik awal kehidupan yang lebih layak.
Melalui akad kredit massal yang digelar oleh Pesona Kahuripan Grup, sekitar 1.000 unit rumah resmi diserahkan kepada masyarakat, Minggu (12/4/2026).
Bagi Direktur Utama Pesona Kahuripan Grup Angga Budi Kusuma, proyek ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar bisnis properti.
Ia melihat sektor perumahan sebagai pintu masuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari akar.
“Kalau kita ingin menciptakan lapangan kerja, langkah yang saya lakukan adalah menciptakan pengusahanya,” ujarnya.
Di tengah dominasi pengembang besar, pendekatan ini menjadi menarik: membangun bukan hanya rumah, tetapi juga ekosistem ekonomi.
Langkah yang diambil Angga tidak berhenti pada pembangunan fisik. Ia juga menggagas program “ruang belajar” gratis untuk mencetak pengusaha baru di bidang properti.
Program ini menarik lebih dari 2.000 peminat, dengan sekitar 1.000 peserta terdaftar. Pada tahap awal, 145 peserta mengikuti pelatihan intensif dengan fasilitas penuh—tanpa biaya.
Bagi Angga, menciptakan pengusaha berarti menciptakan efek berantai bagi ekonomi.
“Kalau banyak pengusaha lahir, otomatis lapangan kerja akan terbuka,” katanya.
Pesona Kahuripan 12 menjadi gambaran bahwa sektor properti tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun kehidupan.
Rumah subsidi, dalam konteks ini, bukan sekadar program pemerintah atau proyek bisnis. Ia adalah titik awal perubahan sosial.
Dari sebuah rumah sederhana, lahir harapan, stabilitas, hingga peluang ekonomi baru.
Dan mungkin, dari Cileungsi—perubahan itu sedang dimulai.
Tinggalkan Balasan