

Kompaspopular.news| JAKARTA, 4 Juni 2026– Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel.
Vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim Nur Sari Baktiana dalam sidang putusan Kamis 4/6/2026.Noel terbukti dalam perkara dugaan korupsi dan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Akui Kelalaian sebagai Pejabat Publik
Usai sidang, Noel menyampaikan permohonan maaf dan menerima vonis tersebut. Ia menyebut kasus ini konsekuensi atas kelalaiannya saat menjabat.
Ini konsekuensi jadi pejabat yang lengah, menjadi pejabat yang membuat banyak publik kecewa. Saya mohon maaf kepada rakyat Indonesia, kepada Presiden Prabowo, kepada kawan-kawan buruh yang selama ini saya perjuangkan, dan juga untuk keluarga saya,” ujar Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Ia menegaskan tidak akan menghindar dari tanggung jawab hukum. “Ini hukuman yang harus saya terima. Ini bentuk tanggung jawab saya dan saya rasa hakim sudah melakukan pertimbangan hukum,” katanya.
Noel juga berterima kasih kepada jaksa penuntut umum dan tim kuasa hukum yang bekerja maksimal selama persidangan.

Sindir KPK, Desak Optimalkan Pencegahan
Dalam pernyataannya, Noel menyinggung kinerja KPK. Ia meminta lembaga antirasuah lebih mengedepankan fungsi pencegahan dibanding penindakan.
“Harapan saya KPK jangan nipu-nipu lagi, jangan nipu publik. Kalau OTT ya OTT, kalau tidak ya tidak. Undang-undang KPK ada pencegahan, gunakan dong pencegahan itu,” ujarnya.
Ia menilai kepemimpinan KPK saat ini memprihatinkan karena “bukan didasari integritas moral, tapi hasil titipan para oligarki”.
Ingatkan Potensi Eskalasi Politik
Noel juga mengingatkan Presiden Prabowo Subianto soal potensi gejolak politik Juni-Juli 2026. Menurutnya konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh, dan kelompok masyarakat sudah matang.
“Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar, eskalasi politik yang ujungnya menggulingkan pemerintahan Prabowo. Tinggal butuh satu pemicu,” katanya.
Ia menambahkan kondisi ekonomi seperti pelemahan IHSG dan penguatan dolar bisa menjadi indikator awal gejolak sosial. Di akhir, Noel menyarankan Prabowo memilih mitra politik yang loyal, dan menyebut PDIP sebagai partai yang loyal.( Fadillah )
Tinggalkan Balasan