

Kompaspopular.news | BOGOR– Proses SPMB 2026 tingkat SMP di Kabupaten Bogor memunculkan kegelisahan orang tua. Salah satunya terjadi di SMPN 1 Bojonggede 26/06/2026, jalur Prestasi Nilai Rapot.
Seorang calon siswa dengan nilai Rapot 100 dipastikan orang tuanya akan lolos. Keyakinan itu muncul setelah melihat data di laman pendaftaran sebelum ditutup. Saat itu, nilai minimal jalur Prestasi Rapot tercatat 99,81 dan maksimal 180,12.
“Anak saya nilai 100. Kami lihat di sistem, minimalnya 99,81. Jadi kami yakin pasti diterima,” ujar orang tua siswa kepada awak media.
Namun setelah pendaftaran ditutup, hasilnya justru berbalik. Sang anak tersingkir jauh dari daftar diterima.
Saat dicek ulang, nilai minimal dan maksimal di laman pendaftaran berubah signifikan.

“Ini bukan hanya satu kasus. Banyak orang tua yang merasakan hal sama. Datanya berubah setelah pendaftaran selesai. Padahal itu sudah jadi acuan kami untuk mendaftar,” lanjutnya.
Kejanggalan tidak hanya terjadi di jalur Prestasi Rapot. Berdasarkan penelusuran, perubahan nilai minimal dan maksimal juga terjadi di jalur Zonasi, Afirmasi, dan Prestasi.Masa pendaftaran SPMB Kabupaten Bogor tingkat SMP resmi ditutup pada Jumat, 26 Juni 2026.

Perubahan data setelah sistem ditutup menimbulkan pertanyaan. “Kalau memang karena jumlah pendaftar membludak, harusnya ada transparansi. Tapi kalau nilai anak yang berubah, ini harus diusut,” tegas sumber dari kalangan orang tua.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia SPMB SMPN 1 Bojonggede, Humas sekolah, dan Disdik Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait audit log sistem.
Para orang tua mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor segera membuka data dan melakukan audit, agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses seleksi. ( Tim Investigasi/ Red

Tinggalkan Balasan