Jumat, 12 Jun 2026 - :
9 Jun 2026 - 12:32 | 7 Views | 0 Suka

PCMB Jabar 2026 Picu Tangis Calon Siswa, Sistem Zonasi Dinilai Rugikan Warga Bojonggede

2 mnt baca

Kompaspopular.news |BOGOR- Pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) Jawa Barat 2026 memicu gelombang kekecewaan. Banyak calon siswa menangis karena gagal masuk sekolah negeri pilihan.

Sistem baru yang diterapkan dinilai membingungkan hingga guru di sekolah pun tak memahami mekanismenya.Keluhan disampaikan Hery, orang tua siswa asal Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Ia menilai sistem PCMB tahun ini berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya yang masih mengenal Tahap 1 dan Tahap 2.”PCMB Jabar tak jelas sistem, maksud, dan tujuannya. Banyak calon siswa tertolak di sekolah pilihannya, akhirnya harus memilih sekolah swasta yang bebannya berat.

Tahap 1 saja kuotanya sudah melebihi, lalu bagaimana dengan Tahap 2? Apakah masih dilaksanakan atau tidak,” ujar Hery, Kamis 4/9/2026.

Siswa Dekat Sekolah Gagal, Luar Wilayah Lolos

Hery menyoroti kejanggalan jalur zonasi. Siswa yang domisili dekat sekolah, hanya beda desa, banyak yang tidak diterima melalui jalur zonasi, nilai, maupun KIP. Ironisnya, siswa dari luar wilayah justru lolos lewat jalur nilai.

“Calon siswa yang dekat dengan sekolah hanya beda desa banyak yang tidak keterima. Anehnya kenapa dari luar wilayah bisa keterima lewat jalur nilai. Padahal harapan kami agar anak bisa sekolah negeri dekat rumah untuk mengurangi beban biaya orang tua,” katanya.

Minim Sekolah Negeri, Swasta Mahal & Tahan Ijazah

Situasi makin pelik karena keterbatasan sekolah negeri. Di Bojonggede hanya ada 1 SMAN dan 1 SMKN.

Sementara sekolah swasta alternatifnya banyak, tapi biaya SPP, daftar ulang, dan lainnya tetap memberatkan.

“Memang banyak SMK/SMA swasta yang katanya kerja sama dengan pemerintah, tapi tetap bayar ini itu.

Setelah lulus pun ijazah ditahan karena tunggakan, sehingga lulus tapi tidak bisa kerja karena ijazah di tahan pihak sekolah,” imbuh Hery.Ia khawatir kondisi ini akan memicu angka putus sekolah di wilayahnya.

“Bagaimana tidak, ini akan menimbulkan banyak generasi penerus yang putus sekolah akibat PCMB 2026. Saya berharap pemerintah bisa mempertimbangkan calon siswa generasi bangsa agar bisa meneruskan pendidikan tanpa menambah beban orang tuanya,” tegasnya.

Mohon Solusi ke Gubernur Dedi Mulyadi

Hery berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan memberi solusi agar anak-anak di Bojonggede bisa melanjutkan pendidikan sesuai harapan.

“Kepada Bapak Gubernur Jawa Barat Bapak Dedi Mulyadi yang terhormat, tolong gimana solusinya agar calon siswa di tempat kami bisa melanjutkan sekolah yang diharapkan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme PCMB 2026 dan rencana Tahap 2.(HR Tri)

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%