Jumat, 17 Jul 2026 - :
16 Jun 2026 - 10:27 | 11 Views | 0 Suka

Bamus Betawi Gelar Raker 2026: Jaga Budaya Betawi, Dukung Jakarta Kota Global

3 mnt baca

Kompaspopular news | JAKARTA– Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menegaskan komitmen menjaga eksistensi budaya Betawi sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 bertema “Menyongsong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global” di Hotel Acacia Jakarta, Selasa 16/6/2026.

Raker yang dihadiri Pemda DKI, lembaga kebudayaan, hingga pimpinan DPRD DKI jadi forum strategis merumuskan rekomendasi kebijakan.

Tujuannya memperkuat identitas budaya Betawi di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang kian pesat.

Soroti Khazanah Budaya & Standarisasi

Sekretaris Lembaga Pariwisata dan Kebudayaan Bamus Betawi, Suaeb Mahbub, menyebut dukungan pemerintah positif.

Momentum ini dipakai menyampaikan masukan yang belum sepenuhnya terakomodasi.

“Banyak khazanah budaya Betawi yang perlu perhatian serius.

Misal perahu kolek sudah tercatat dalam literatur tapi belum ada dokumentasi dan display memadai.

Perlu juga standar/pakem budaya Betawi, baik seni pertunjukan seperti lenong denes dan lenong preman, maupun busana adat seperti jas tutup, sadariah, jas encim, kebaya rancang,” ujar Suaeb.

Hasil pembahasan raker akan jadi bahan rekomendasi ke pemerintah. Selanjutnya ditindaklanjuti via kajian akademik dan penelitian untuk memperkuat pelestarian budaya Betawi.

*Jakarta Global Berakar Budaya Lokal* Bamus juga soroti peran masyarakat mewujudkan Jakarta kota global yang tetap berakar budaya lokal. Suaeb menilai konsep pembangunan sejalan SDGs poin 11: kota dan komunitas berkelanjutan.

“Jakarta kota global harus jadi ruang kolaborasi dunia, bisnis dan pertukaran budaya. Tapi berhasilnya tak hanya tergantung pemerintah, juga kesiapan masyarakat yang diberdayakan aktif,” katanya.

Menghadapi globalisasi, digitalisasi jadi instrumen penting. Generasi muda perlu dikenalkan sejarah, kondisi kini, dan arah budaya ke depan agar tak putus dari akar tradisi.

“Perubahan keniscayaan. Budaya Betawi harus adaptasi era digital dan Society 5.0. Pelestarian tak cukup nostalgia, harus dikemas sesuai zaman agar relevan bagi gen Z,” jelasnya.

Isu Lingkungan & Harapan ke Pemda

Selain budaya, Bamus juga angkat isu lingkungan. Rekomendasi raker: perlu regulasi dan program konkret pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Termasuk penguatan bank sampah dan edukasi pemilahan sejak dini. Suaeb minta Pemda alokasikan anggaran lebih besar untuk pemberdayaan lingkungan.

Bamus berharap organisasi berbadan hukum Perda ini lebih dilibatkan di program pemajuan kebudayaan, lewat dukungan anggaran dinas dan hibah.

“Kami harap Bamus diberi ruang lebih luas dalam perlindungan, pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan budaya Betawi.

Usulan seperti gedung kesenian Betawi dan pelestarian perahu kolek perlu perhatian serius,” ujarnya.Menjelang Jakarta 500 tahun, Suaeb menggambarkan Jakarta ideal bukan cuma seremoni.

Tapi ditandai kualitas hidup masyarakat naik.“Harapan sederhana: tak ada lagi stunting, tak ada kawasan kumuh, tak ada persoalan kesehatan yang hambat kesejahteraan warga.

Itu makna perayaan lima abad Jakarta,” tegasnya.Ia juga minta negara hadir dukung seniman.

“Seniman, budayawan, pelaku kreatif perlu difasilitasi agar budaya Betawi terus hidup, berkembang, dan jadi kebanggaan Jakarta sebagai kota budaya sekaligus kota global,” pungkasnya.(Fadillah)

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%