Jumat, 12 Jun 2026 - :
3 Jun 2026 - 10:21 | 100 Views | 2 Suka

Kebanggaan Mendalam dan Isak Haru Warnai Kelulusan 100 Persen Murid Kelas 6 SD Negeri  Cimanggis 01 Bojonggede  2026

4 mnt baca

kompaspopular.news | Bojonggede 3, Juni 2026 | Suasana begitu haru  dan air mata kebahagiaan tak terbendung menyelimuti ruang kelas sederhana SD Negeri Cimanggis 01 pada Rabu pagi, 3 Juni 2026. Agenda sakral pengumuman sekaligus pelepasan murid Kelas 6 Tahun Ajaran 2025 – 2026 berlangsung dengan penuh khidmat, khusyuk, dan menyentuh hati nurani siapa saja yang hadir. Sebanyak 70 orang murid kelas 6 didampingi secara langsung orang tua atau wali murid mereka masing-masing, duduk bersama mendengarkan sebuah babak akhir yang manis dari perjalanan panjang selama enam tahun di bangku sekolah dasar. Berdasarkan keputusan rapat dewan guru, seluruh murid yang berjumlah 70 orang tersebut dinyatakan lulus 100 persen dengan capaian nilai rata-rata kelulusan yang sangat memuaskan, mencapai angka 94,53. Acara ini bukan sekadar seremoni penyerahan selembar Surat Tanda Kelulusan, melainkan sebuah momentum refleksi emosional yang mendalam antara pihak sekolah, orang tua, dan murid.

Kehadiran para wali murid yang duduk bersanding dengan putra-putri mereka menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu kental. Tangis haru mulai pecah sejak untaian lagu perpisahan dikumandangkan, menandakan berakhirnya masa-masa indah, penuh tawa, dan perjuangan belajar di sekolah dasar yang sarat dengan kenangan. Sambutan Penuh Air Mata dari Kepala Sekolah SD Negeri Cimanggis 01, Ibu Muslimah, M.Pd dalam kata sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa getar di suaranya. Berdiri di hadapan puluhan pasang mata orang tua dan murid, beliau menyampaikan sebuah pesan filosofis dan menyentuh jiwa yang membuat seisi ruangan hening dan larut dalam keharuan yang mendalam. “Bahwa tidak terasa anak-anak yang bapak ibu titipkan kepada kami 6 tahun yang lalu, dan hari ini Rabu, tanggal 3 Juni 2026 anak bapak ibu kami kembalikan,” ungkap Ibu Muslimah sambil terharu.

Secara khusus, Ibu Muslimah memberikan pesan mendalam bagi para guru, orang tua, dan murid yang baru saja lulus. Dia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih setinggi-tingginya. Dia mengingatkan, upah seorang guru bukan sekadar materi yang diterima di dunia, melainkan jejak kebaikan yang terus mengalir dalam setiap keberhasilan anak didik di masa depan. Kemudian dia meminta para guru untuk tetap menjaga api keikhlasan dalam mendidik, sebab tantangan zaman ke depan akan semakin berat, dan hanya guru yang mengajar dengan hatilah yang mampu membentuk generasi yang tangguh.


Kepada para orang tua, Ibu Muslimah  berpesan agar tidak mengendurkan pengawasan dan kasih sayang setelah anak-anak ini lulus dari sekolah dasar. Pasalnya, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah fase krusial di mana anak-anak mulai mencari jati diri. Ibu muslimah juga menekankan bahwa benteng utama anak-anak adalah pelukan, perhatian, dan doa-doa yang tidak pernah putus dari ayah dan ibunya di rumah. Sekolah hanya bisa membantu, namun teladan sejati tetap berada di dalam keluarga. Terakhir, pesan paling menyentuhnya yakni arahkan langsung kepada 70 murid kelas 6. Dia meminta mereka berdiri dan menatap wajah orang tua mereka masing-masing. “Perjalanan kalian masih sangat panjang, badai di luar sana mungkin akan lebih kencang. Namun, selama kalian menghormati orang tuamu dan menjaga shalat serta ibadahmu, ibu yakin kalian akan menjadi orang-orang besar yang akan membanggakan daerah ini,” pesan bu Muslimah.


Sementara di temui ketua penyelenggara pelepasan kelas 6 ibu Aan mengemukakan, mengembalikan anak-anak kepada orang tua bukanlah akhir dari tanggung jawab keimanan dan kemanusiaan, melainkan penyerahan kembali amanah yang telah dirawat dengan penuh kasih sayang. “Enam tahun lalu, bapak dan ibu datang ke sekolah ini, menggandeng tangan mungil mereka yang masih polos, barangkali ada yang menangis tidak mau ditinggal, belum bisa membaca dengan lancar, dan belum paham cara menulis dengan benar bahkan ada yang masih suka mengompol di celana. Hari ini, lihatlah mereka duduk di sebelah Anda,” tuturnya. “Mereka telah tumbuh menjadi remaja-remaja yang cerdas, yang berakhlak mulia, dan siap menaklukkan dunia. Kami telah berupaya sekuat tenaga, mengalirkan ilmu, membentuk karakter, dan menjaga mereka layaknya anak kandung kami sendiri. Jika dalam enam tahun ini ada teguran kami yang keras, ada disiplin kami yang ketat, ketahuilah bahwa itu semua lahir dari rasa cinta yang teramat besar agar anak-anak kita tidak salah melangkah,” tambah ibu Aan.

Rd : Mael

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%