

Kompaspopular.news| DEPOK – Pengurus Ormas Bhaladika Karya SOKSI Depidar DKI Jakarta menyambangi kediaman Ahmad Bahar di Kota Depok, Minggu 31/5/2026.
Kunjungan itu sebagai bentuk silaturahmi sekaligus dukungan moril terkait persoalan yang menimpa Ahmad Bahar belakangan ini.
Rombongan dipimpin langsung Ketua Bhaladika Karya SOKSI Depidar DKI Jakarta, Sapto Wibowo, S.H. Turut hadir pengurus dan anggota, termasuk Budai selaku Panglima.

“Kami bersama pengurus dan anggota datang untuk bersilaturahmi, memberikan support total kepada Pak Bahar, dan melihat kondisinya secara langsung,” ujar Sapto di Cafe Bukit Cengkeh, Cimanggis, Depok.
Senada dengan Sapto, Budai Panglima menegaskan kedatangan mereka murni untuk mempererat persaudaraan dan memberi semangat. “Selain silaturahmi, kami ingin memberikan support dan semangat kepada beliau,” katanya.
Ahmad Bahar: Saya Orang Kecil*Ahmad Bahar mengaku terharu atas kehadiran rombongan tanpa diminta. “Ini luar biasa. Kawan-kawan datang tanpa diundang dan tanpa diminta bantuan.
Dengan keikhlasan datang untuk bersilaturahmi. Sebagai sesama anak bangsa dan rakyat kecil, harusnya seperti ini,” ujarnya.Ia menilai dukungan itu membuatnya merasa punya keluarga besar yang siap menguatkan.

“Kami tidak pernah mencari musuh. Saya orang kecil, tapi pernah jadi korban berbagai persoalan. Karena itu saya sangat menghargai kehadiran teman-teman,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Ahmad Bahar juga menyinggung buku karyanya berjudul _Rapot Merah Sang Jenderal Listyo Sigit Prabowo_ sebagai bentuk kritik terhadap reformasi di tubuh Polri.
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi Kapolres Metro Depok, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disebutnya telah memberi perhatian.
“Saya tetap berterima kasih kepada Kapolres Depok, Kapolda Metro Jaya, juga Pak Listyo Sigit yang telah mendengar peristiwa ini. Walaupun saya pernah kasih rapot merah lewat buku, tetap ada perhatian dari kepolisian,” katanya. Ia berharap proses hukum berjalan profesional sesuai aturan.
*Kedepankan Dialog dan Hukum*Menutup pertemuan, Sapto mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. “Pesan saya, selama masih bisa dibicarakan secara kekeluargaan itu yang terbaik.
Negara kita menjunjung musyawarah mufakat dan negara hukum. Semua harus menjunjung persamaan di hadapan hukum. Negara kita bukan negara koboi, jadi segala persoalan harus lewat jalur hukum dan cara-cara yang baik,” tegasnya. ( Fadillah)
Tinggalkan Balasan