Sabtu, 13 Jun 2026 - :
2 Jun 2026 - 16:03 | 9 Views | 0 Suka

Nelson Nainggolan: Ancol Championship 2026 Jadi Pijakan Pembinaan Tinju Usia Dini

2 mnt baca

Kompaspopular.news | JAKARTA, 3 Juni 2026* – Promotor tinju nasional Nelson Nainggolan menargetkan Ancol Championship 2026 sebagai momentum awal kebangkitan tinju Indonesia.

Ajang yang digelar 28 Juni di Pantai Karnaval Ancol itu tak hanya jadi laga profesional, tapi juga pijakan pembinaan atlet muda berjenjang.

Hal itu disampaikan Nelson saat konferensi pers program “Pekan Liburan Sekolah Ancol”, Rabu 3/6/2026. Ia menegaskan industri tinju nasional harus berfokus pada pembibitan sejak usia muda agar mampu bersaing di level internasional.

“Tinju Indonesia tidak boleh hanya fokus pada hiburan semata. Harus ada pembibitan berkelanjutan. Tanpa pondasi dari level amatir atau pemula, bagaimana petinju bisa membangun mental untuk masuk ke dunia profesional?” ujar Nelson.

Ancol Championship 2026 akan mempertemukan 14 petinju profesional dalam tujuh partai utama. Sebelum laga utama, panitia menyiapkan segmen khusus edukasi dan pembinaan atlet usia muda.

Format pertandingan usia muda dibuat lebih singkat, durasi ronde sekitar 1,5 menit, dengan penekanan pada penguatan mental dan pengalaman bertanding. “Kami membuat format edukasi mental. Menang atau kalah, semua peserta muda mendapat sertifikat sebagai bentuk apresiasi karena berani naik ring.Mental petinju dibangun dari sini,” jelasnya.

Tantangan Sponsor, Ancol Turun Tangan

Nelson menyoroti tantangan terbesar tinju profesional saat ini: minimnya sponsor dan pendanaan. “Sangat sulit mencari sponsor di dunia tinju profesional sekarang.

Semua olahraga butuh dukungan besar agar bisa berkembang,” ungkapnya.Karena itu ia mengapresiasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang menyediakan venue secara gratis. Dukungan itu dinilai meringankan biaya dan membuat penyelenggara bisa fokus pada kualitas pertandingan serta pembinaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ancol. Dukungan venue ini luar biasa karena meringankan biaya penyelenggaraan sehingga kami bisa lebih fokus pada kualitas pertandingan dan pembinaan atlet,” katanya.

Nelson berharap kolaborasi sport tourism dan pembinaan atlet muda lewat Ancol Championship bisa konsisten digelar. Jika berkelanjutan, ajang ini diyakini tak hanya menghibur, tapi juga melahirkan ekosistem pembinaan petinju masa depan Indonesia.( Fadillah )

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%