Jumat, 12 Jun 2026 - :
10 Jun 2026 - 10:52 | 11 Views | 2 Suka

Dugaan Kecurangan PCMB Jabar 2026

2 mnt baca

Kompaspopular.News | Bogor – team investigasi menemukan kejanggalan sistem jalur afirmasi berdasarkan laporan calon murid yang mendaftar mandiri ke salah satu SMK Negeri di Kabupaten Bogor.

Kronologi Kejadian

Kronologi berawal 29 Mei 2026. Calon murid tersebut mendaftar online melalui laman SPMB Jabar. Sejak awal, server web sering down sehingga proses pendaftaran terganggu.Sesuai ketentuan di website SPMB, pendaftaran ditutup 8/6/2026.

Namun sejak 6/6/2026 mulai muncul kejanggalan Calon murid berdesil 4 di DTKS tiba-tiba tersingkir dan posisinya terus turun di peringkat sementara.Yang lebih miris, calon murid berdesil 5 di DTKS justru bertahan di posisi 6 jalur afirmasi.

Padahal berdasarkan aturan di web SPMB, jalur afirmasi hanya untuk desil 1-4. Calon murid desil 5 seharusnya tidak lolos di jalur tersebut, namun posisinya tidak bergeser sama sekali hingga penutupan.

Ada “Kerja Sama dengan Oknum”

Sehari kemudian, orang tua desil 5 disebut kembali berkata kepada orang tua desil 4 bahwa dirinya “bekerja sama dengan oknum SMK tersebut”.

10/6/2026, tim media mendatangi SMK tersebut untuk konfirmasi. Seorang panitia seleksi berinisial A ditemui. Saat ditanya kenapa desil 4 terpental sementara desil 5 bertahan, panitia berdalih “afirmasi sampai desil 5 ada edarannya”.

Terjadi perdebatan singkat. Tim media bersikukuh sesuai ketentuan di web SPMB, jalur afirmasi hanya desil 1-4. Calon murid desil 4 bahkan penerima BPJS PBI dan PIP di SMP, namun tetap tergeser oleh desil 5. Panitia A kembali menyatakan “afirmasi desil 1-5 ada edarannya” tanpa menunjukkan bukti edaran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada panitia lain yang bersedia menemui awak media untuk memberikan klarifikasi dan bukti edaran yang dimaksud.

Harapan Transparansi

Dugaan ini menambah panjang daftar keresahan orang tua terkait PCMB 2026. Jika benar ada penyimpangan kuota dan kriteria desil, maka asas keadilan dan transparansi pendaftaran dikhawatirkan tidak berjalan.

Awak media Kompaspopular.News berupaya mengonfirmasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan pihak SMK terkait untuk mendapatkan penjelasan resmi.

Redaksi masih membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya.(Tim Investigasi/Red)

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%